Laman

Cari di Wikipedia

Hasil penelusuran

Cara Merawat Transmisi Kendaraan



 Transmisi merupakan
bagian penting pada sebuah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat atau lebih. Bagian ini sangat penting, karena bertugas memindahkan tenaga mesin ke roda. Sehingga, bagian ini butuh perawatan, demi kelancaran dan
kenyamanan berkendara. 
Seiring dengan berjalannya waktu, transmisi pun berkembang pesat. Karena itu, dua jenis transmisi, yakni otomatis dan manual juga membutuhkan cairan pelumas dan pembersihnya yang lebih bagus, sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Transmisi Otomatis

Oli yang digunakan pada transmisi otomatis biasa disebut ATF (automatic transmission fluid). API Service yang masih digunakan untuk pelumas gearbox ini yaitu API GL-4, API GL-5, dan API MT-1.
Fungsinya lebih banyak sebagai pendorong dan pembersih dibanding tugas utamanya melumasi. Untuk mengisi pelumas, perlu memerhatikan dengan benar petunjuk dalam buku pedoman pemilik kendaraan, karena kesalahan mengisi oli dapat merusak seluruh isi gearbox.


Selain itu ada beberapa hal yang juga diperhatikan dan dilakukan, yaitu :
  1. memeriksa isi pelumas dengan stik dan tambahkan dengan volume yang sama ketika kurang. 
  2. segera bawa ke bengkel jika terjadi kebocoran (sering menambah oli). 
  3. bila pelumas berwarna keruh, itu pertanda minta diganti atau ada kerusakan dalam gearbox.
  4. usia oli transmisi maksimum 20 ribu kilometer (jarak tempuh). Namun gearbox yang menggunakan spesifikasi ATF T- IV mampu hingga 100 ribu kilometer.
  5. pada mobil baru indikasi waktu penggantian oli transmisi menggunakan lampu dalam panel indikator dashboard. Jika lampu tersebut sudah memberikan isarat, sebaiknya pelumas segera diganti.
Untuk sebagian mobil kelas atas, biasanya telah mengaplikasi teknologi limited slip differential meski bertransmisi otomatis. Untuk kendaraan seperti ini lebih baik melakukan penggantian pada bengkel resmi ATPM.


Transmisi Manual

Sementara transmisi manual juga berkembang. Meski transmisi ini sudah tidak asing lagi bagi insan otomotif, namun tetap perlu diperhatikan. Tidak menutup kemungkinan, perpindahan gigi terasa susah atau seret.
Itu bisa disebabkan karena kesalahan dalam memasukkan oli.
Mobil dengan transmisi manual perawatannya lebih mudah dan murah ketimbang dengan transmisi otomatis karena tidak banyak yang harus diganti dan komponennya tidak serumit otomatis. Hanya saja pelumas yang digunakannya pun beragam, bergantung dari kelas kendaraan. Oli untuk kendaraan FWD (gerak roda depan), RWD (roda belakang), dan 4-WD, juga berbeda.

Untuk transmisi manual ini, yang perlu diperhatikan dan dirawat adalah kopling serta oli gardan harus sering diganti. Selain itu, kondisi seal juga sering dicek. Sebab bila ada kebocoran seal, bisa berakibat akan rusaknya disc clutch (plat kopling).
Selian itu, minyak kopling juga harus sering dicek, minimal satu tahun atau sesuai usia oli sekitar 10 ribu km. Tujuannya agar kadar air dan debu dalam minyak atau oli tersebut tidak memengaruhi kinerja.
Meski mobil tidak digunakan atau jarang jalan tetap akan terjadi kondensasi atau penguapan kadar air di oli tersebut yang menjadikan sedikit lembab, sehingga fungsi pelumasnya berkurang. Akibatnya pelat kolping akan mengelupas atau rapuh. Maka setiap dua tahun pelumas ini tetap perlu diganti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar